Nasionalisme suatu bangsa dapat diaktualisasikan dalam bentuk tindakan untuk memelihara serta melestarikan identitas bangsa dan terus berjuang untuk memajukan bangsa dan negara, dengan mencegah dan mmeberantas setgala kendala yang menghambat kemajuan, yang sudah lama tidak lagi dihiraukan bangsa Indonesia, yang mengakibatkan memudarnya rasa kebangsaan tersebut.
Dengan memudarnya nasionalisme, yang terutama disebabkan oleh begitu tingginya ketidakadilan, korupsi yang merajalela dan pelanggaran Hak Asasi Manusia(HAM) yang terbengkalai dalam hukum serta kasus lainnya. Musuh bangsa yang paling utama sekarang ini bukanlah penjajah atau sikap ekspansif atau sikap agresor negara tetangga, melainkan birokrasi bangsa ini yang korup, ketidakadilan dan ketidakmerataan ekonomi, politik, kemiskinan, kekuasaan yang sewenang-wenang dan lainnya.
Saat ini nasionalisme misalnya dengan mengadakan perlawanan fisik melawan malaysia yang mengganggu kedaulatan RI dengan merampas Pulau Ambalat, merupakan suatu perilaku atau sikap yang sangat terpuji. Namun kita tidak bisa lengah sedikitpun terhadap mentalitas kenbanyakan para birokrat yang sering korup dan penyalahgunaan kekuasaan. Karena nasionalisme bukan lagi dikaitkan dengan perjuangan melawan penjajah atau hanya apabila wilayah kedaulatan kita diganggu oleh bangsa lain. Tetapi nasionlaisme juga memperbaiki mentalitas buruk para birokrat yang sering korupsi dan penyalahgunaan wewenang, perlakuan melanggar HAM serta kasus lainnya. Dalam artian, nasionalisme saat ini merupakan usaha untuk mempertahankan eksistensi bangsa dan negara dari kehancuran akibat korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan.
Sehingga yang menjadi pahlawan pada saat ini bukan saja mereka yang berani menghadang penjajah tetapi juga mereka yang berani memberantas akorupsi dan berbagai bentuk penyelewengan kekuasaan.Pahlawan seperti itu tidak kalah mulianya dengan pahlawan yang menang dalam memperjuangkan kedaulatan RI.
Tugas bangsa Indonesia saat ini adalah bagaimana menumbuhkan semangat nasionalisme- cinta tanah air dalam diri anak-anak generasi penerus bangsa. Yaitu dengan menanamkan semangat perilaku jujur, disiplin, berani menentang ketidakadilan dan lainnya, selain semangat dan keterampilan fisik seperti militer untuk mengahdapi serangan dayang menggangu kedaulatan RI.
Karena sebuah kekuatan dan harga diri bangsa bukan terutama pada kekuatan angkatan bersenjata dengan seluruh persenjataan perang yang canggih, tetapi juga bagaimana menciptakan masyarakat bangsa yang berkualitas dan
bermartabat.
(17/06/09,SPM)