Ada beberapa orang yang sibuk bekerja kemudian meminta bantuan orang tuanya untuk mengasuh anaknya. Ada orang tua yang senang, ada juga yang dalam hati sebenarnya keberatan mengasuh cucunya. Saya tahu hal ini karena ada beberapa yang pernah curhat kepada saya.
Apakah tidak boleh anak-anak diasuh oleh kakek atau neneknya? Tentu boleh. Tetapi pastikan dulu bahwa orang tua sangat senang dan tidak keberatan. Selain itu, pastikan juga cara mendidiknya tepat dan sesuai perkembangan zaman. Sebab betapa banyak kakek dan nenek yang begitu memanjakan saat mengasuh cucunya. Semua yang diminta sang cucu diberikan hanya karena ia tidak tega mendengar tangisannya.
Komunikasi dengan orang tua Anda alias kakek-nenek dari anak Anda harus intensif. Tidak boleh ada beda pemahaman saat mendidik anak. Apa yang Anda larang tidak boleh dilakukan anak-anak juga harus dilarang oleh orang tua Anda. Begitu juga apa yang Anda setujui, orang tua Anda juga harus menyetujui.
Tampilkan postingan dengan label just relax. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label just relax. Tampilkan semua postingan
Rabu, 08 Januari 2014
Guru itu “Digugu” dan Ditiru
Guru adalah profesi yang sangat terpuji. Selain membuat anak-anak pintar, seorang guru akan selalu mendapat kiriman pahala dari murid-muridnya walau ia sudah meninggal. Guru seharusnya profesi pilihan bukan pelarian.
Oleh karena itulah saya sangat menghargai saudara-saudara saya yang memilih profesi sebagai guru. Salah satunya adalah mas Toha yang kini menjadi kepala sekolah SMA Dian Didaktika, Cinere, Depok, Jawa Barat. Lelaki berambut putih ini adalah anak dari pakde saya. Sebagian besar anak pakde dari jalur ibu ini adalah guru, atau paling tidak pasangan hidupnya guru.
Mas Toha sangat menjiwai dan menekuni profesinya sebagai guru. Oleh karena itu saya sangat yakin, sentuhan tangan dinginnya akan membuat sekolah yang dipimpinnya menuai banyak prestasi. Guru juga bisa bermakna “digugu” (didengarkan) dan ditiru. Dan sejujurnya, cara hidup saya banyak meniru mas Toha ini.
Oleh karena itulah saya sangat menghargai saudara-saudara saya yang memilih profesi sebagai guru. Salah satunya adalah mas Toha yang kini menjadi kepala sekolah SMA Dian Didaktika, Cinere, Depok, Jawa Barat. Lelaki berambut putih ini adalah anak dari pakde saya. Sebagian besar anak pakde dari jalur ibu ini adalah guru, atau paling tidak pasangan hidupnya guru.
Mas Toha sangat menjiwai dan menekuni profesinya sebagai guru. Oleh karena itu saya sangat yakin, sentuhan tangan dinginnya akan membuat sekolah yang dipimpinnya menuai banyak prestasi. Guru juga bisa bermakna “digugu” (didengarkan) dan ditiru. Dan sejujurnya, cara hidup saya banyak meniru mas Toha ini.
Langganan:
Postingan (Atom)