1.Gambaran secara umum pabrik tahu
Pabrik tahu ini bertempat di lintau buo, tepatnya di nagari tepi selo. Tenaga kerja terdiri dari 10 orang. Semua tenaga kerja tersebut berasal dari anggota keluarga pemilik usaha, yaitu saudara dan anak. Tingkat pendidikan umumnya rendah, sampai sekolah menengah. Sedangkan keterampilan yang di miliki diperoleh dari pengalaman selama bekerja.
Pemilik pabrik tahu ini adalah orang jawa barat tepatnya dari sumedang. Lokasi pabrik tidak terlalu besar, terdapat dua mesin penggiling kacang kedelai, tiga buah kancah dan penyaringnya. Berdasarkan penghitungan seorang pengrajin mampu memproduksi 75 kg kedelai menjadi tempe dalam sehari. Untuk memproduksi tahu 100 kg tahu membutuhkan tenaga kerja dua orang.
2.Proses produksi
Dalam memproduksi tahu,orang pabrik membeli kacang kedelai dari orang lain. Selain tahu, pabrik ini juga memproduksi tempe karena menggunakan bahan baku pokok yang sama yaitu kedelai kuning. Biji kedelai yang digunakan untuk membuat tempe harus dikupas terlebih dahulu, sedangkan kedelai untuk tahu, digiling sesudah kedelei itu di rendam sekitar 7 jam lebih.
Dalam memproduksi tahu kacang kedelai yang dipakai yaitu kedelai putih. Dalam seluruh proses produksi tahu, sarana air bersih sangat dibutuhkan, baik untuk mencuci, merendam, maupun untuk membuat sari kedelai. Kalau ingin membuat tahu agak bewarna kuning maka pengrajin menambahkan kunyit yang sudah di parut dan diperas.
3.Proses distribusi
Dalam proses distribusi menggunakan pola pertukaran. Dalam hal ini barang ekonomi yaitu tahu, dibawa ke dalam konteks pasar. Yang mana harga tidak distandarkan di atas basis produksi, melainkan hasil dari tawar-menawar untuk keuntungan ekonomi.
Di sini, pemilik pabrik membawa lansung tahu ke pasar dan sebagian ada pedagang-pedagang kecil warung yang datang membeli lansung ke pabrik. itu kebanyakan para pedagang gorengan.
Harga pasar satuan tahu petak Rp 1000,
4.Proses konsumsi
Para konsumsi terdiri dari ibu rumah tangga, pengusaha rumah makan dan catering dan penjual gorengan. Mereka memperoleh tahu dari pasar, untuk diolah menjadi makanan. Dalam sehari tahu yang diproduksi terkadang habis di konsumsi, ada kalanya bersisa lebih kurang satu peti.
5.Analisis sosiologisnya :
Pabrik tahu tersebut merupakan industri rumah tangga yang pekerjanya adalah pemilik yang terdiri dari anggota keluarganya. Dengan adanya indutri rumah tangga ini selain dapat menambah pemasukan keuangan, indutri ini dapat mengurangi pengangguran khususnya bagi anggota keluarga.
Meningkatkan integritas sesama anggota keluarga, dan menunjukkan solidaritas organic dengan adanya pembagian kerja yang jelas. Yang berjenis kelamin perempuan bertugas dibagian pemasaran, yang laki-laki sebagai pekerja di bagian produksi. Mempunyai modal social kekeluargaan. Jenis ekonominya yaitu ekonomi khinsip(ekonomi keluarga).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar